Mesin Bertenaga Konsumsi BBM Nissan X-Trail Dikenal Boros

Dari masa ke masa konsumsi BBM Nissan X-Trail dikenal cukup boros. Namun demikian, ada kelebihan dari pemakaian bahan bakar yang tidak bersahabat tersebut.

X-Trail masih menjadi line up unggulan Nissan di banyak negara, termasuk Indonesia. Meski penjualannya minim model ini masih bertahan dan dipasarkan. Secara produk, X-Trail memiliki kualitas yang sangat baik, sejak generasi pertama hingga generasi terbaru saat ini.

Namun, ada satu kekurangan yang kurang bisa “dimaafkan”, yaitu tidak efisien. Konsumsi BBM Nissan X-Trail dikenal boros sehingga tidak menguntungkan untuk mobilitas sehari-hari.

Konsumsi BBM Nissan X-Trail

Mesin bertenaga konsumsi bbm nissan x trail

Penampilan Nissan X-Trail generasi ketiga semakin menggoda

Dalam berbagai pengujian rata-rata konsumsi BBM Nissan X-Trail mencapai 8 km/liter untuk pemakaian dalam kota dan 12 km/liter untuk rute campuran (dalam kota dan luar kota). Namun ada juga yang mencetak angka sangat baik, yaitu 9,7 km/liter untuk rute dalam kota dan 16,5 km/liter untuk rute kombinasi.

Hasil terakhir ini dinilai sangat positif. Namun untuk mendapatkannya pengemudi harus mengupayakan secara ekstra, misalnya tetap pada mode eco driving dan tidak boleh agresif.

Dalam pemakaian sehari-hari hal tersebut sangat sulit. Dengan berbagai kondisi lalu lintas dan beragam medan jalan, konsumsi BBM Nissan X-Trail akan kembali pada hasil yang lebih umum, yaitu tidak efisien.

Karenanya banyak yang berpikir dua kali untuk memilikinya karena dianggap kurang menguntungkan untuk dipakai sehari-hari. Belum lagi harga mobilnya yang mahal mencapai lebih dari setengah miliar rupiah. Lalu suku cadang originalnya yang mahal dan jarang versi KW-nya.

Mesin Nissan X-Trail

Konsumsi BBM Nissan X-Trail memang tidak efisien. Tapi itu berbanding lurus dengan performa yang disuguhkan. X-Trail dibekali mesin berkode QR25DE 2.500 cc DOHC 16 valve, Dual CVTCS. Tenaganya mencapai 171 PS pada 6.000 rpm dan torsi 233 Nm pada 4.000 rpm.

Teknologi Continuously Variable-Valve Timing Control System (CVTCS) berfungsi mengontrol buka tutup katup intake dan exhaust dalam mesin sesuai kebutuhan. Dengan begitu konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien.Baca juga Jual mobil Nissan X-Trail bekas

Nissan x-trail dibekali mesin diesel 2 500 cc yang

Nissan X-Trail dibekali mesin diesel 2.500 cc yang sangat bertenaga

Tips agar konsumsi BBM Nissan X-Trail lebih efisien

Meski banyak yang menilai Nissan X-Trail boros BBM, efisiensi tetap bisa dilakukan. Yaitu dengan mengemudi eco driving yang memprioritaskan penghematan dan mengurangi risiko kecelakaan. Diantara caranya sebagai berikut:

  • Melakukan akselerasi dan pengereman halus

Untuk menambah kecepatan lakukan akselerasi secara halus. Caranya injak pedal gas secara pelan, biarkan kendaraan melaju semakin kencang lalu beralih ke gigi yang lebih tinggi. Cara ini membuat rpm terjaga di angka rendah yang membantu efisiensi BBM.

Begitu juga untuk berhenti atau mengurangi kecepatan, lakukan pengereman secara halus. Injak pedal rem pelan-pelan dan biarkan kecepatan berkurang atau berhenti. Gara lebih murah pengereman seperti ini biasakan Anda menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

  • Menjaga rpm tetap rendah

Putaran mesin (rpm) harus diusahakan tetap rendah tidak lebih dari 2.000 rpm, karena semakin tinggi rpm semakin besar pula konsumsi BBM-nya.

  • Menjaga kecepatan mobil stabil

Masih berhubungan dengan akselerasi, yaitu menjaga kecepatan mobil tetap stabil. Usahakan untuk tidak berubah-ubah secara drastis karena mesin harus bekerja keras untuk menyesuaikan.

Pada Nissan X-Trail terbaru ada fitur Intelligent Cruise Control (ICC). Anda bisa memanfaatkannya untuk menjaga kecepatan tetap konstan. Terutama saat berkendara di jalan tol.

  • Gunakan AC seperlunya

Nissan X-Trail dilengkapi AC untuk kenyamanan dalam kabin. Anda bisa menggunakannya secara bijak. Misalnya, kurangi putaran suhu jika sudah kabin terlalu dingin. Manfaatkan udara alam saat melewati kawasan sejuk dan bebas polusi, seperti di pegunungan atau di kawasan perkebunan.

  • Jaga tekanan ban jangan sampai kurang

Tekanan ban yang kurang tidak hanya berdampak pada kenyamanan. Tapi juga berdampak pada konsumsi bahan bakar. Ini karena putaran ban semakin berat yang membuat kerja mesin semakin berat.

Tekanan berlebih juga tidak baik. Mobil lebih berisiko kehilangan traksi dan tergelincir saat melewati jalanan basah atau tergenang air.

Baca juga: Kelebihan Dan Kekurangan Nissan X-Trail

Sekilas Nissan X-Trail

Perjalanan Nissan X-Trail di Indonesia dimulai tahun 2001 dimana generasi pertama (T30) diluncurkan dengan status Complete Built-Up (CBU) atau impor utuh dari Jepang. Karena permintaan yang terus meningkat tahun 2003 X-Trail berganti status menjadi Complete Knocked-Down (CKD) atau dirakit lokal.

Generasi kedua X-Trail dirilis tahun 2009 dengan kode T31. Dilanjutkan dengan generasi ketiga di tahun 2014 dengan kode T32. Generasi ketiga ini mengalami facelift dua kali, tahun 2016 dan 2019. Sampai sekarang facelift terakhir inilah yang dijual dengan hanya satu varian yaitu VL.

Sejumlah kelebihan disuguhkan pada varian VL ini, diantaranya desain yang anggun namun tetap gagah seperti umumnya SUV. Lalu interior 7 seater mewah dan berkelas dengan dominasi warna hitam dan jok berlapis bahan kulit.

Nissan X-Trail kini jadi SUV 7 seater

Nissan X-Trail kini jadi SUV 7 seater

Tak ketinggalan beragam fitur menarik dan canggih, seperti Panoramic Sunroof, Tilt Telescopic Steering, Intelligent Cruise Control, Lane Departure Warning, Blind Sport Warning, High Beam Assist, Hill Start Assist, Kamera 360 derajat, dan sensor kaki pintu bagasi belakang.

Cukup bisa dimaklumi kalau seluruh bagian X-Trail VL mewah berkelas mengingat mobil ini tidak murah. Harga resminya sekarang (Juli 2022) adalah Rp 576.000.000.

Untuk kekurangan, salah satunya seperti diulas di depan, konsumsi BBM Nissan X-Trail kurang bersahabat dengan isi dompet.

Baca juga Jual mobil bekas di Otomurah.com