Cara Kerja AC Mobil

Saat ini, perangkat AC alias penyejuk kabin mobil sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendasar, bukan lagi sebuah kemewahan. Yuk, mari mengenal cara kerja AC mobil demi kenyamanan selama perjalanan.

Secara garis besar, perangkat AC (atau Air Con atau Air Conditioning) dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal dalam kabin mobil sepanjang perjalanan. Dengan demikian, para penumpang tidak menderita kepanasan (gerah) saat melakukan perjalanan pada siang hari di bawah terik mentari. Sebaliknya ketika hujan lebat, kabin mobil tidak berembun sehingga perjalanan tetap aman dan penumpang merasa nyaman.  

Cara Kerja AC Mobil

AC mobil sudah menjadi kebutuhan mutlak untuk kenyamanan sepanjang perjalanan

Pada sisi lain, penting untuk memahami bahwa kenyamanan punya harga tersendiri yang tidak murah. Maklum saja,  banyak yang punya anggapan kalau AC masih dingin ya sudah. Alias  jarang melakukan perawatan.  Saat  AC tidak dingin, barulah bergegas ke bengkel dan isi kantung pun  jebol. Nah, supaya terhindar dari masalah seperti itu, inilah kupasan tentang cara kerja AC mobil. Dengan demikian, Anda paham bagaimana memperlakukan AC mobil agar kenyamanan tetap optimal dan tidak menipiskan dompet. 

Kegunaan AC Mobil

Sebelum membahas tuntas  sistem kerja AC mobil, mari kenali dahulu kegunaannya. Sudah disinggung pada alinea sebelumnya,  AC mobil bertugas  untuk  menghasilkan kesejukan udara di dalam kabin agar para penumpang merasa nyaman. Karena berkaitan erat dengan kesejukan, maka  AC mobil punya kemampuan  untuk mengatur suhu, tingkat humiditas, kecepatan aliran udara, dan kebersihan udara di dalam kabin.

 Cara Kerja AC Mobil

AC mobil menghilangkan gejala kaca berembun  saat hujan deras 

Selain memberikan kenyamanan melalui kesejukan saat melakukan perjalanan dalam kondisi iklim panas, AC mobil juga berperan penting ketika berkendara pada musim hujan. Hembusan udara AC menghilangkan embun dari kaca bagian dalam sehingga memaksimalkan visibilitas pengemudi ke arah luar kendaraan. Tentu saja, kabin tetap nyaman bagi para penumpang. Untuk kondisi iklim tropis seperti Indonesia, AC mobil sudah menjadi kebutuhan mutlak. 

>>>  Baca juga Kupas Tuntas Aki Mobil Avanza

Komponen Sistem AC Mobil

Perangkat AC mobil memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan satu sama lain saat bekerja. Tidak heran kalau AC menjadi sebuah sistem yang terdiri atas berbagai komponen. Mulai dari  kondensor, kompresor,  filter dryer, expansion valve, evaporator, cabin filter dan lain-lainnya. Berikut rangkaian komponen dalam sistem AC mobil beserta kegunaannya.

AC mobil terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu sama lain

AC mobil terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu sama lain

  • Freon

Sebutan untuk gas yang menjadi refrigerant dalam sistem AC. Kelebihan freon adalah minim penguapan, tetap dingin dan  tahan terhadap paparan panas. Ada beragam freon untuk sistem AC. Pada AC mobil jaman dulu, digunakan freon jenis R12 namun karena merusak lapisan ozon lalu diganti dengan R134a  yang lebih ramah lingkungan.

  • Kompresor

Perangkat ini mengalirkan freon ke  dalam sistem AC mobil. Kompresor digerakkan oleh mesin melalui kopling magnet yang mengatur  supaya kompresor bisa on atau off. Beberapa merek mobil memakai kompresor jenis variable load sehingga tidak perlu sering on  atau off. 

  • Kondensor

Berfungsi mirip radiator untuk mendinginkan gas freon yang sudah berubah bentuk  menjadi cair. Pendinginan freon  cair dibantu oleh  proses pertukaran panas melalui kisi-kisi kondensor.

  • Filter dryer

Kerap disebut botol untuk membersihkan  partikel debu dan kotoran yang terdapat pada freon saat berbentuk cairan di dalam sistem AC.

  • Katup ekspansi (expansion valve)

Komponen ini bertugas untuk mengubah freon cair yang bertekanan tinggi menjadi freon dalam bentuk kabut dengan  tekanan rendah. Lalu gas freon disemprotkan ke dalam evaporator.

  • Evaporator

Bertugas untuk menyerap udara panas di dalam kabin dan kemudian menghembuskan udara berupa gas freon yang bersuhu lebih dingin agar tercipta hawa  sejuk. 

  • Magnetic Clutch

Kopling magnetik yang mengatur kapan  kompresor aktif dan tidak aktif. Caranya  dengan memutar  bagian dalam kompresor dengan  pulley kompresor. 

  • Thermostat

Memberikan input berupa  suhu dalam kabin  mobil yang diteruskan kepada kompresor. Jika temperatur dalam kabin mulai meningkat, maka  kompresor akan aktif.

  • Sistem Pengaturan

pengaturan sistem AC mulai dari suhu (18oC – 28oC), kecepatan (low, medium, high), fresh atau resirkulasi, aliran udara (atas atau kaki), hingga auto AC setting.   

  • Filter kabin

Menyaring debu dan kotoran serta bakteri agar udara sejuk yang bersirkulasi dalam kabin mobil tetap bersih, sehat dan segar. Karena itu, komponen wajib diganti secara berkala. 

Cara Kerja AC Mobil

Setelah mengupas berbagai komponen yang  menunjang sistem penyejuk kabin kendaraan, tiba  saatnya membahas prinsip  kerjanya. Berikut  penjelasan cara kerja AC mobil untuk  menciptakan kesejukan  dalam ruang kabin kendaraan kesayangan.

 Bagan cara kerja AC mobil

Bagan cara kerja AC mobil

  • Kompresor memompa freon

Cara kerja AC mobil dimulai ketika Anda menghidupkannya. Begitu AC mobil di-on-kan,  maka kompresor mulai memompa gas freon dengan tekanan tinggi hingga suhunya mencapai 100o Celcius. Kekuatan kompresor saat memompa freon akan sangat menentukan kecepatan sistem AC untuk mendinginkan  kabin mobil.

  • Freon mengalir menuju kondensor

​​​​​​​Setelah mencapai suhu maksimal 100o Celcius,  gas freon akan berubah fasa menjadi cairan. Lalu freon cair dialirkan menuju kondensor untuk menjalani proses pendinginan hingga suhunya turun mencapai 60o Celcius. Pendinginan di dalam kondensor dibantu oleh kipas elektrik.

  • Freon disaring oleh filter dryer

Freon cair dibersihkan oleh  filter dryer ketika suhunya sudah cukup hangat. Penyaringan freon bertujuan agar udara yang dikeluarkan oleh sistem  AC menjadi bersih, sehat dan segar.

  • ​​Freon masuk katup ekspansi

Keluar dari filter dryer, freon cair akan dikirim menuju expansion valve. Pada tahap ini, freon diubah bentuknya dari cair menjadi gas dan disemprotkan dalam rupa udara dingin.

  • Freon masuk evaporator

Selepas  katup ekspansi, freon memasuki evaporator. Melewati evaporator,  freon akan disebarkan menuju segenap penjuru  kabin mobil dengan bantuan blower. Pada sistem single  blower, udara sejuk AC hanya  dikeluarkan dari satu lokasi semisal depan.  Sedangkan pada sistem double blower, udara sejuk AC menyebar dari arah  depan serta belakang.

  • Semua  proses berulang 

Saat udara sejuk tersebar merata dalam  kabin melalui tiupan blower, penumpang merasakan  kenyamanan optimal. Namun sistem  AC mobil  terus bekerja, kompresor menghisap freon dari dalam kabin dan mengulang semua proses tersebut secara terus menerus.

Kesimpulan

Kinerja  sistem AC mobil sangat bergantung pada kondisi freon serta rangkaian komponen lain untuk menghasilkan kesejukan dan kenyamanan dalam kabin.  Kalau AC mobil terasa tidak sejuk, ada banyak  faktor penyebabnya. Mulai dari  freon habis, kompresor lemah, katup ekspansi macet, filter dryer kotor hingga kebocoran evaporator. Intinya, lakukan servis berkala pada sistem AC mobil supaya selalu nyaman dan sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena itu jangan tunggu hingga AC mobil rusak, lalu datang ke bengkel.

>>>  Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya di otomurah